Logo EtherGig
Menu Navigasi
Kembali ke Blog
28 Februari 2024Tim EtherGig

Mengatasi Keluhan Wi-Fi Lemot di Cafe: Bukan Semata Salah Internetnya

Pernah denger pelanggan ngomel, “Mas, Wi-Finya kok nyangkut-nyangkut sih?” Padahal, Anda baru aja naikin paket langganan internet dari 50 Mbps ke 100 Mbps. Terus, apa yang salah?

Banyak owner cafe yang mikir solusi Wi-Fi lemot itu cuma satu: Naikin kecepatan dari provider. Sayangnya, itu baru setengah jalan. Jaringan yang mampet waktu cafe lagi full-house biasanya gara-gara faktor perangkat kerasnya di dalam bangunan cafe itu sendiri.

Biar pengunjung nggak kabur gara-gara sinyal putus nyambung, coba cek empat penyakit teknis ini:

1. Tabrakan Sinyal (Interferensi Wi-Fi)

Ini yang paling sering luput dari perhatian. Wi-Fi itu jalan di frekuensi udara (biasanya 2.4 GHz). Bayangin frekuensi ini kayak jalan raya satu jalur. Kalau cafe Anda ada di deretan ruko yang kanan-kirinya juga buka tempat usaha dan masing-masing nyalain Wi-Fi, sinyal-sinyal ini bakalan tabrakan di udara (Co-Channel Interference).

Belum lagi kalau di dalam cafe ada microwave, perangkat Bluetooth, atau mesin kasir nirkabel yang pakai frekuensi sama. Akibatnya, meski sinyal di HP kelihatan penuh (3 bar), internetnya tetep bengong karena “jalan udaranya” macet parah. Solusinya? Teknisi harus melakukan scanning untuk mindahin saluran Wi-Fi Anda ke channel yang paling sepi, atau sekalian pasang pemancar baru yang support frekuensi 5 GHz yang lajurnya jauh lebih lebar dan bebas hambatan.

2. Titik Blank Spot (Sinyalnya Nggak Nyampe)

Kadang, modem utamanya ditaruh di dalem ruangan kasir atau gudang biar nggak berantakan. Masalahnya, tembok beton, kaca tebal, atau bahkan akuarium gede itu bisa mantulin sinyal Wi-Fi.

Ujungnya, pelanggan yang duduk mojok atau di area smoking outdoor cuma kebagian sinyal satu bar. Solusinya gampang: tambah Access Point (pemancar Wi-Fi tambahan) yang ditempel di plafon tengah ruangan biar nyebarnya rata.

3. Alatnya Kepanasan dan “Nge-hang”

Router bawaan dari ISP (Indihome/Biznet/dsb) biasanya didesain buat ngelayanin alat rumahan, sekitar 5 sampai 10 HP. Pas cafe lagi rame dan ada 40 HP yang maksa connect barengan, memori (RAM) di dalem router itu langsung habis.

Akibatnya, router jadi kepanasan dan hang. Tiba-tiba Wi-Fi nggak bisa masuk ke internet padahal sinyalnya penuh. Di sini Anda butuh mesin pengatur jalan tol (kayak MikroTik) buat ngambil alih beban pemrosesan, dan alat Access Point kelas bisnis yang kuat nampung banyak alat sekaligus.

4. Nggak Ada Pembatasan (Bandwidth Management)

Ini yang paling sering kejadian. Semua pengunjung dikasih hak bebas pakai kecepatan. Kalau ada 1 tamu di pojokan lagi asyik download film Netflix ber-Giga-giga, maka kecepatan 100 Mbps cafe Anda bakal tersedot abis sama dia doang. Tamu yang lain cuma mau kirim pesen WhatsApp aja muter-muter.

Lewat Bandwidth Management, kita bisa jatah rata. Misalnya, “Setiap tamu mentok cuma dapet 3 Mbps ya.” Dengan kecepatan segitu, 30 tamu masih bisa main Instagram dan kerja dengan lancar secara berbarengan, tanpa ada satu orang pun yang maruk ngeborong bandwidth.

Kesimpulannya, gedein paket dari provider aja nggak cukup. Rute jalannya di dalam cafe juga harus dilebarin pakai manajemen jaringan yang bener.

Butuh Bantuan Teknis?

Tim EtherGig siap mengaudit dan merapikan infrastruktur jaringan di tempat bisnis Anda.

KONSULTASI GRATIS SEKARANG